[Innalillahi].... !!! Bocah 9 Tahun Tewas Dibegal, Saat Masih Sekarat Korban [DiCabul!] di Kebun Sawit...

Warga Kabupaten Mesujikembali geger. Seorang bocah breumur 9 tahun (Yg) ditemukan tewas di kebun sawit di Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya, Kabupaten Mesuji, Lampung pada Jumat (27/5) pagi.


Yg diduga menjadi korban begal sekaligus predator [s.3.k.s] pada anak. Pasalnya, selain motor korban yg hilang, hasil visum dokter menunjukkan terdapat luka lecet dan darah di [d.u.b.u.r] korban.

Kasatreskrim Polres Mesuji, AKP Zainul, mengatakan, jasad Yg ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat. Kondisi korban mengalami luka lebam di bagian leher dan diduga akibat dicekik.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, aksi pembegalan terhadap Yg terjadi pada Kamis (26/5) malam. Sekitar pukul 20.00 WIB, Yg keluar rumah berpamitan pada kakeknya hendak bermain ke rumah tetangga.

Ketika itu, korban keluar rumah mengendarai sepeda motor Honda Beat kombinasi warna biru putih tanpa pelat. Kemudian, tutur Zainul, sekitar pukul 21.10 WIB, saksi melihat korban berhenti di depan rumah Usup yang tak jauh dari kediaman korban.

"Saat itu saksi melihat di belakang korban ada 2 orang laki-laki yg tidak dikenal mengendarai motor yg berbeda. Kemudian korban bersama ke 2 orang itu pergi ke arah Desa Adi Luhur, Kecamatan Panca Jaya," papar Zainul kepada Tribun, Jumat siang.

Esok harinya sekitar pukul 08.00 WIB, Yg ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasad Yg pertama kali ditemukan oleh Heri Saputra dan Irwanto, warga setempat yg hendak pergi ke kebun. Keduanya kaget melihat ada mayat anak laki-laki dengan posisi duduk bersandar di pohon sawit.

"Saat ditemukan oleh 2 saksi tadi, kondisi leher korban terikat baju serta tergantung di pelepah sawit. Setelah dicek ternyata mayat tersebut adalah Yg," papar Zainul. 

Kapolsek Simpang Pematang, AKP Muji Sulihono, menambahkan, Yg diduga kuat sempat mengalami kekerasan [s.3.k.s.u.4.l]. Hasil visum dokter ditemukan luka lecet pada [d.u.b.u.r] korban. Pada [d.u.b.u.r] korban juga didapati darah.

"Sebelum meninggal korban ini sempat [d.i.s.o.d.o.m.i] oleh salah satu pelaku. Ini diakui oleh KS, satu dari 3 pelaku yg sudah ditangkap," kata Muji, kepada Tribun, Jumat sore.

Berdasarkan pengakuan KS, kata Kapolsek, hanya satu pelaku yg melakukan kekerasan [s.3.k.s.u.4.l] terhadap Yg. "Kalau keterangan KS, yang [menyodomi] itu hanya 1 orang. Dia (KS) dan satu tersangka lainnya hanya memegang korban," tutur Muji.

Aksi kekerasan [s3ksu4l] itu, sambung Muji, diduga dilakukan saat korban tengah sekarat. Pelaku begal sekaligus predator [s3ks] anak tersebut, hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Sejauh ini, Muji mengatakan, motif pembegalan murni ingin menguasai motor korban. Pelaku sudah mempunyai rencana untuk menggasak motor korban. "Ini memang sudah terencana. Korban memang sudah dibuntuti," kata Muji.
Bupati ke Mapolsek

Tragedi yg dialami Yg mengejutkan semua pihak, termasuk Bupati Mesuji Khamamik. Bupati mengaku tak menyangka bocah berumur 9 tahun menjadi korban peristiwa kriminal tersebut.

Setelah mendapat informasi bahwa satu dari 3 tersangka telah ditangkap polisi, Khamamik langsung mendatangi Mapolsek Simpang Pematang, tempat tersangka ditahan. Di mapolsek,Khamamik sempat "menginterogasi" tersangka terkait kejahatan yang dilakukan.

Menyikapi peristiwa begal yg menyasar bocah tersebut, Bupati Khamamik mengimbau agar para orang tua lebih ketat mengawasi aktivitas anaknya. Apalagi, dalam aksi pembegalan itu, Yg sempat mengalami kejahatan [s3ksu4l] oleh pelaku.

"Ini menjadi perhatian kita bersama. Saya mengimbau kepada para orangtua agar lebih ekstra untuk mengawasi buah hatinya. Supaya terhindar dari perilaku menyimpang para pelaku kejahatan," kata Khamamik.

Sumber: http://lampung.tribunnews.com/

Subscribe to receive free email updates:

close