Subhanallah...! [MENGHARUKAN] Satu Kampung Menangis!!! Anak Berumur 15 Tahun Rela Ngorbanin Hidupnya Demi Ibunya yang Sakit Parah

Disebuah kampung yang terletak di daerah Sumatera, seorang anak yang berhati mulya hidup dengan seorang ibunya yang berumur sudah 70 tahun yang mengidam sakit parah sudah sejak 20 tahun lalu, sudah banyak uang yang dihabiskan untuk merawat ibunya yang sakit hingga, seluruh harta yang dimiliki keluarga ini sudah habis. 

Dan kini mereka hanya tinggal dirumah gubuk yang sederhana, cukup untuk menyambung hidupnya sehari – hari dengan apa adanya. Mereka dirumah gubuk sederhana ini hanya hidup berdua karna ayahnya telah lama meninggal dunia. Roi yang berumur 15 tahun yang kini tidak sekolahlah yang menjaga ibunya yang sudah tidak sehat lagi. Banyak hal yang harusnya dilakukan pada umurnya sekarang, tapi tidak dapat dia lakukan karna ada kewajiban dia harus menjaga ibunya yang sakit. 

Setiap hari roi bekerja membantu tetangganya apapun yang disuruh oleh tetangganya asalkan itu halal dia lakukan, seberat apapun kerjaannya, dan berapapun upahnya, tetapi banyak tetangga yang memberikan upah lebih kepada roi karna tau kondisi ibunya yang sakit parah. Kampung tempat roi tinggal tetangganya baik – baik, mereka selalu membantu roi untuk mencukupi kehidupan dia dan ibunya.



Tapi suatu ketika ibu roi sangat amat merasakan sakit yang luar biasa sehingga terpaksa dia harus dirawat dipuskesmas dikampung, dokter dipuskesmas berkata kepada roi “apakah ananda anak dari ibu ini? Begini, sepertinya penanganan di puskesmas ini tidak cukup untuk merawat ibunda ananda karna terlihat sakit yang cukup parah,kami akan memberikan sedikit bantuan kepada ananda melihat susahnya hidup ananda” ujar dokter. Dan roi sangat berterimakasih kepada dokter tersebut karna dapat sedikit bantuan dari puskesmas tersebut. 

Keesokan harinya ibu roi langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance dokter mendiagnosa penyakit ibu roi adalah penyakit langkah, terdapat infeksi di jantung, ginjal, dan hati. “kami harus mendapatkan donor organ – organ tersebut untuk menyelamatkan pasien” ujar Dokter Rumah Sakit tersebut. Dan roi terkejut mendengar parahnya penyakit ibunya, dia sangat ingin ibunya tetap hidup. Tanpa berpikir panjang roi mendonorkan organ – organ tersebut kepada ibunya. Dan ibunya terselamatkan. Ketika ibunya sudah siuman, dia bertanya – tanya “Roi…Roi…Roi dimana kamu nak? Ibu kangen sekali sama kamu, ibu udah sembuh nak.” Teriak ibu roi sambil kebingungan. Kemudian datanglah suster penjaga ibunya roi “maaf ibu, anak ibu sudah tiada, dia mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan ibu, dan ini dia ada menitipkan surat untuk ibu, dia berkata bacalah ketika ibu sudah sampai dirumah.” Suster berkata kepada ibu roi. Dan ibu roi sangat shock saat mendengar ucapan dari suster, ibu roi tidak percaya, dia mencari, dan mencari anaknya, di sekeliling rumah sakit, tapi tidak ada. Dan ibu roi berfikir mungkin anaknya telah tiba dirumah duluan memberikan kejutan kepadaku. Dan ibu roi meminta diantarkan pulang kekampung halamannya. 

Setiba dirumah ibu roi langsung mencari – mencari anaknya hingga sekeliling kampung, banyak tetangga yang sedih melihat ibu roi, para tetangg sudah mengatakan, bahwa roi sudah tiada bu. Dia sudah tenang disurga, tapi ibu roi tidak percaya, dia mencari hingga larut malam, dan terus mencari, haripun sudah hampir subuh, dan diapun pulang kerumah, dengan keputus asaan nya dia membuka isi suratnya, isi suratnya berisi “Hi ibu… pasti ibu sekarang sudah sembuh sehingga dapat membaca surat yang aku buat untuk ibu, aku senang sekali melihat ibu sudah sehat kembali dari sekian lama selama 20 tahun ibu memikul penyakit yang amat sakit luar biasa, roi kasihan melihat ibu yang tidak berdaya tidak bisa apa – apa, maafkan roi, roi mendonorkan organ – organ yang dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa ibu, supaya ibu tidak merasakan sakit itu lagi, selalu semangat menjalani hidup ya bu, doakan roi agar mendapatkan sisi yang terbaik di sisi tuhan ya bu. Sayang roi kepada ibu” begitu isi surat yang ditulis roi kepada ibunya. 

Dan ibunya pun berkeliling menanyakan kebenaran surat tersebut, ibu roi menanyakan ke semua tetangga “apakah benar anakku yang riang, menulis surat ini, untuk ku? Ini bohongkan? Apakah benar ini.” Begitu Tanya ibu roi kepada seluruh tetangga di kampung tersebut. Dan seluruh tetangga yang di Tanya ibu roi hanya diam dan mencucurkan air mata tak bisa menjawab pertanyaan kesedihan ibu tersebut. Dan ibu roipun mengerti, dan dia mendoakan anaknya agar mendapatkan sisi terbaik disisi tuhan yang maha kuasa. 
Sekian Cerita Fiktif dari saya, bila ada kesalahan kata, nama, tempat, kesamaan cerita, atau menyinggung perasaan pembaca saya mohon maaf, saya hanya menulis cerita fiktif atau cerita pendek ini hanya sebagai hiburan, pembelajaran, dan pesan moral kepada kita semua.

Nantikan Cerita Fiktif atau Cerita Pendek dari saya updetan berikutnya, yang tak kalah menarik.

Wassalam…

Sumber: britaku.net
loading...
close
=== [ Klik disini 1X ] [ Close ] ===